Kamis, 26 November 2020

Kontribusi Positif Suzuki XL7 di Pasar Medium SUV

Suzuki XL7 memberikan berkontribusi positif pada penjualan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Terhitung, sejak peluncurannya pada Februari hingga Oktober 2020, Suzuki XL7 menyumbang 12 persen atau 7.405 unit di pasar wholesale sales.


Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total seluruh pasar medium SUV sendiri, mencapai 62.024 unit.

Sedangkan untuk Suzuki sendiri, Suzuki XL7 mampu berkontribusi sebanyak 15 persen di pasar wholesale sales dan 11 persen di retail sales untuk tahun ini.

Dijelaskan Donny Saputra, 4W Marketing Director PT SIS, kehadiran Suzuki XL7 menjadi salah satu stimulus pasar otomotif yang menghadirkan semakin banyak pilihan bagi konsumen.

"Selain menyegarkan di segmennya, Suzuki XL7 terbukti berhasil menjadi stimulus karena mampu berkontribusi 12 persen terhadap penjualan segmen Medium SUV,” terang Donny Saputra.

Sementara itu, untuk penjualan Suzuki secara total sendiri, saat ini sudah mulai stabil. Meskipun, tahun ini dihadapkan dengan kondisi yang sangat tidak baik, karena hantaman pandemi Corona Covid-19.

Penjualan total

Suzuki mencatatkan kontribusi terhadap pasar nasional sebesar 12,4 persen atau 5.715 unit secara ritel dan 10,5 persen atau 5.143 unit untuk wholesale.

Masih menurut Donny, meski pasar otomotif sedang lesu, namun capaian penjualan Suzuki perlahan-lahan semakin stabil. Pada September dan Oktober, kami berhasil mencatat angka penjualan mendekati 6.000 unit.

"Tentunya hal ini juga berkat kepercayaan masyarakat yang memilih produk Suzuki sebagai kendaraan andalan. Kami berharap industri otomotif Indonesia semakin pulih dan stabil kembali menjelang akhir tahun," terang Donny.

Seiring dengan peningkatan angka penjualan retail mobil sebesar 6,4 persen berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), angka penjualan Suzuki pun perlahan kembali stabil.

Selain itu, mulai stabilnya angka penjualan Suzuki ini didominasi oleh new Carry pikap sebanyak 3.363 unit atau sekitar 64 persen dari penjualan retail Suzuki pada Oktober 2020.

Kemudian, disusul XL7 sebagai SUV unggulan Suzuki yang berkontribusi sebesar 11 persen dan all new Ertiga sebesar 8 persen.

Kamis, 19 November 2020

6 Tips Jitu Agar Mobil Bekas Kesayangan Bisa Terjual dengan Harga Tinggi

Jika Anda berminat untuk menjual mobil, tentu saja mobil yang Anda jual akan berstatus mobil bekas atau mobkas meskipun Anda adalah tangan pertama. Harga jual mobil bekas tentu akan di bawah mobil baru, dan terdapat berbagai faktor yang bisa memengaruhi harga jual.

Harga mobil bekas bisa saja tetap tinggi jika Anda memperhatikan beberapa hal penting untuk tetap menjaga harga jualnya. Berikut 6 hal yang perlu diperhatikan agar harga jual mobil bekas tetap terjaga.

1. Kelengkapan Dokumen

Kelengkapan dokumen kendaraan merupakan bukti legalitas kendaraan bermotor. Jangan pernah lupa lokasi Anda menyimpan surat-surat penting seperti BPKB, STNK, dan pendukung lain seperti faktur pembelian.

STNK berguna sebagai bukti keabsahan pelat nomor. BPKB merupakan bukti legal terkait kepemilikan kendaraan. Kalau BPKB hilang, bisa timbul kecurigaan mobil bekas yang Anda jual adalah barang curian dan sebagainya.

2. History Perawatan Berkala

Aspek pertama meliputi sejarah perawatan. Pada umumnya, keinginan calon pembeli terhadap mobil bekas merek apapun tentu menginginkan kondisi prima. Pembeli tak ingin repot memperbaiki lantaran banyak kerusakkan yang tak ia ketahui. Selama mobil terawat dengan baik, besar kemungkinan nilai jual tetap tinggi. Hal ini dikarenakan fungsi utama lebih diarahkan sebagai penunjang mobilitas sehari-hari.

Seluruh upaya perawatan ini menjadi omong kosong belaka dan bisa menimbulkan kecurigaan bila tanpa bukti. Ada baiknya melakukan servis di bengkel resmi karena data historis terdokumentasi dengan baik di buku servis. Simpan buku servis dan pastikan Anda selalu memastikan bengkel resmi merekam dengan baik semua proses perbaikkan. Ada baiknya juga, Anda menyimpan semua bon perbaikkan dalam buku servis tersebut.

3. Kondisi Fisik Mobil

Kondisi eksterior perlu dipertahankan untuk mencerminkan kondisi mekanikal yang sehat di baliknya. Usahakan mobil baru Anda bebas dari baret, bekas tabrakan, dan dalam kondisi standar. Keadaan tampilan tidak karuan mungkin menurunkan harga, bahkan minat calon pembeli nantinya.

Tak ada salahnya melakukan perawatan rutin pada bodi untuk menjaga nilai kendaraan Anda. Saat ini sudah banyak promo paket terkait perawatan kendaraan termasuk cat bodinya. Memiliki asuransi juga bisa membantu Anda dalam menjaga bodi ini.

4. Memiliki Asuransi

Tak bisa dipungkiri, memiliki asuransi memang dapat membantu Anda dalam menjaga kondisi kendaraan selama masa kepemilikan. Bahkan beberapa gerai mobil bekas maupun pembeli, lebih mengapresiasi saat status mobil masih atau selalu terjamin oleh asuransi. Walau akhirnya mungkin asuransi sudah tak aktif saat mobil dijual, namun calon pembeli biasanya merasakan nilai lebih saat kendaraan selalu dijaminkan oleh asuransi di setiap proses insiden, sebab perbaikkannya pasti ditangani oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab.

5. Usia Kendaraan Tidak Lebih dari 5 tahun

Memang lima tahun bukanlah sebuah standar keharusan mengganti mobil baru. Sebenarnya bebas mau dipakai hingga puluhan tahun pun, selama apik pasti masih dapat beroperasi dengan nyaman. Kendati begitu, harga bekas setelah lima tahun dikhawatirkan menurun lebih tajam. Ada pertimbangan usia komponen dalam membeli mobkas. Kala ingin mengganti unit baru dengan melakukan trade-in, Anda perlu merogoh kocek lebih banyak akibat mobil terlalu 'tua'.

6. Jenis Transmisi Kendaraan

Transmisi menentukan prestasi nilai seken. Sedikit mencari contoh sederhana. Dari sekilas pengamatan kami pada area Jabodetabek, Daihatsu Xenia R Sporty lansiran 2016-2017 bertransmisi manual memiliki rentang harga lebih tinggi. Sebenarnya perbedaan tidak terlalu kentara sebab ada aspek lain berpengaruh seperti kondisi dan jarak tempuh. Mungkin saja manual lebih diminati oleh pengemudi taksi online area Jabodetabek karena merasa perawatan mudah dan lebih konvensional. Jenis girboks bisa menjadi acuan namun semua itu juga dipengaruhi lokasi dan siapa pengguna mayoritas.