Minggu, 25 Oktober 2020

Biem Benyamin Ternyata Kolektor VW Klasik, Ini Sekelumit Kisahnya


 Biem Triani Benyamin (56), putra ketiga seniman legendaris Betawi Benyamin Sueb ternyata menggandrungi mobil klasik. Volkswagen (VW) Combi lansiran 1977 warna coklat susu menjadi salah satu "peliharaannya".

Rupanya koleksi VW langka Bang Biem, sapaan akrabnya, tak hanya model Combi 1977.

Dari sekian koleksi mobil rakyat asal Jerman ini, ada empat model VW langka yang mengisi garasi rumahnya di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, seperti VW Beetle 1959, 1966, dan 1974, serta VW Safari 1976.

Biem sudah lama terpikat dengan pesona mobil VW jadul ketimbang muscle car, meski kuliah di Amerika Serikat.

Kata dia, di Amerika banyak juga penggemar VW klasik ini.

"Bagi saya mobil VW itu long lasting, sepanjang masa. Mobil VW masih eksis sampai sekarang dengan bentuk mobil lama, tapi masih bisa dipakai buat harian," kata Bang Biem yang dijumpai di Pelataran Graha Etnikom, kemarin sore.

Selain sisi klasiknya, Bang Biem punya alasan emosional mengoleksi VW jadul. Rupanya Koleksi-koleksi tersebut untuk mengenang masa kecilnya bersama babe Benyamin Sueb.

Bang Biem mengakui awal mulanya ingin mengenang masa-masa ketika almarhum babe masih ada.

"Saat usia saya SD dan SMP, almarhum babe punya VW Beetle atau VW Kodok dan combi. Jadi ini emang buat mengenang masa-masa itu," ujar Bang Biem dengan bersemangat.

Selain dikenal sebagai pengusaha, pemilik Etnikom Network --jaringan 14 stasiun radio di Jawa dan Sumatera, Bang Biem juga dikenal sebagai politisi.

Jejaknya di dunia politik dimulai ketika maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta dari jalur independen bersama ekonom Faisal Basri pada 2012. Kemudian dia masuk Partai Gerindra dan berhasil menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019.

Ayah lima anak ini juga aktif di organisasi kemasyarakatan, antara lain anggota Dewan Penasihat Majelis Adat Bamus Betawi, Ketua PAMMI DKI Jakata, dan Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi (2002-2007), sebagainya.

Minggu, 18 Oktober 2020

Kepincut Mobil Bekas BMW 320i, Simak Harga dan Keunggulannya

Bagi Anda yang sedang berburu mobil bekas premium dari BMW, salah satu model yang bisa Anda lirik adalah BMW 320i Sport (G20). Model ini mendapatkan penyegaran pada Oktober 2019 silam. Dalam kondisi baru, harganya adalah Rp976 juta berstatus on the road DKI Jakarta.

Sedangkan harga bekasnya dibanderol Rp810 jutaan untuk kawasan Jabodetabek. Untuk keluaran 2018 (BMW 320i F30) berkisar Rp 630 juta – Rp 700 jutaan.

Menurut Edo Budhiaristo, Sales Supervisor BMW Astra Used Car, pelanggan BMW memiliki karakter yang unik. Salah satunya adalah mudah bosan lalu menjual mobilnya, setelah itu membeli BMW baru lagi. "Ini yang membuat BMW Astra Used Car memiliki banyak unit mobil bekas dengan usia muda," ungkap Edo Budhiaristo.

BMW 320i Sport (G20) mengadopsi teknologi baru di sisi mesin. Dengan  mesin bensin 2,0 liter empat-silinder, tenaga yang dihasilkan mencapai 184,4 Tk dengan torsi puncak 300 Nm. Performa ini tentu lebih tinggi dibanding pendahulunya (F30). Oleh karena itu, mobil bekas BMW 320i Sport (G20) memiliki daya tarik dari sisi performa.

BMW 320i terbaru ini menggunakan pilihan sistem bantuan inovatif yang disempurnakan. Ia mengantongi teknologi Park Distance Control dan kamera tampak belakang, membantu pengemudi melakukan manuver atau kuar masuk tempat parkir. Enaknya, Anda tak perlu pusing memarkir. Dengan adanya Park Assist, sontak mengambil alih kemudi, akselerasi, pengereman dan perubahan gigi dengan transmisi steptronic. Memudahkan saat masuk maupun keluar slot parkir pararel atau lateral.

Fitur andalan terbaru lainnya berupa Reversing Assistant. Sedan dapat mundur kembali ke posisi semula secara otomatis dengan jarak 50 meter. Tapi melalui rute yang sama saat bergerak maju. Peranti sangat berguna saat pengendara menghadapi rintangan di depan. Lalu harus kembali dengan posisi mundur.

Jujur, kalau diharuskan memilih. Seri tiga yang eksis di Indonesia punya wajah tampan. Bukan kisi-kisi menganga lebar seperti model lain di jajaran produk BMW. Bahasa desain masih menampilkan karakter modern nan dinamis. Garis-garis kuat dan permukaan berkontur sangat mencolok. Kendaraan tipe G20 memiliki panjang 76 mm lebih, dari pendahulunya (4.709 mm). Lalu 16 mm lebih lebar (1.827 mm) dan hanya 1 mm lebih tinggi (1.442 mm). Selain itu, jarak sumbu roda kian panjang 41 mm (2.851 mm). Plus peningkatan lebar kendaraan (depan + 43 mm, belakang 21 mm). Klaim mereka, bisa memberi dampak positif secara langsung pada stabilitas dan ketangkasan berkendara.

MW kidney grille tidak begitu besar serta sorot lampu depan merupakan tema dominan di bagian ujung mobil. Perpecahan dua arah lampu itu ditekankan oleh lekukan menarik di apron depan, naik ke kontur lampu. BMW Laserlight (menyorot 560 meter) datang sebagai standar. Teknologi ini sebelumnya hanya tersesia di seri 7. Baik lampu kabut depan LED maupun Air Curtains terintegrasi ke dalam air intake. Susunan menggunakan desain NACA yang telah terbukti di dunia motorsports.

Tampilan sisi luar diperkuat oleh sepasang garis berkontur side skirt yang dinamis. Tepi akhir dari grafis jendela samping – dengan isyarat desain Hofmeister kink – kini diintegrasikan ke dalam pilar C. Pola horizontal berikut lampu LED ramping, memberikan bagian belakang soliditas lebar serta kekar. Secara keseluruhan tampilan samping kendaraan semakin sempurna dengan pelek 18 inci light alloy wheels V-Spoke style 780, Bicolour Orbit Grey Burnished. 

Interior 320i pun tak kalah apik. BMW lebih fokus pada kokpit pengemudi. Fitur pengontrol dikelompokkan ke dalam panel terstruktur amat jelas. Tombol start/stop enjin kini terletak di panel kontrol baru. Persis berada di konsol tengah. Tuas pemindah gigi atau pemilih serbabaru dirancang menyatu dengan iDrive Controller. Termask tombol-tombol untuk unit Driving Experience Control.

Lalu struktur bodi dan sasis BMW Seri 3 dikembangkan untuk menyempurnakan kenikmatan berkendara, kata BMW. Kemudian karakteristik handling gesit, kemudi presisi tinggi dan kinerja pengereman unggul. Secara keseluruhan, 320i memiliki berat hingga 55 kilogram lebih ringan dari generasi lama. Lantas pusat gravitasi dibikin rendah supaya memberi distribusi bobot 50: 50. Sementara itu, struktur tubuh mejadi lebih kaku plus suspensi telah meningkat secara signifikan. Hasilnya, nilai aerodinamika tinggi dalam mengurangi koefisien hambatan menjadi hanya 0,23.

Nah, formulasi itu mebuat ruang kabin luas untuk bahu dan siku di kursi depan. Serta ruang kaki tambahan, kenyamanan kursi dan kemudahan akses masuk keluar. Semua berkontribusi pada rasa lapang di interior. Selain itu, ruang bagasi 480 liter dan buka tutup otomatis dari generasi anyar menambah kepraktisan berkendara. Mau beli baru atau bekas, itu pilihan Anda. Yang perlu dipastikan ialah kondisi prima.