Minggu, 30 September 2018

Konsumen, Suzuki Belum Juga Luncurkan Wagon R7

Pasar mobil di segmen Low Cost Green Car (LCGC) versi tujuh penumpang tampaknya patut diakui memiliki tingkat penjualan yang terbialng sangat menggiurkan. Bukan tanpa alasan, jika melihat periode selama Januari-Juni 2018 wholesale sales(penjualan pabrik ke dealer) LCGC MPV tujuh penumpang diketahui telah mencapai sebanyak 56.624 unit.
Tentu saja, jumlah penjualan tersebut tergolong sangat tinggi mengingat pasar di segmen LCGC MPV didominasi dua model saja, yakni Toyota Calya dan Daihatsu Sigra. Sedangkan di sisi lain, untuk pencapaian Datsun Go+Panca yang mana memang tengah bermain di kelas yang sama masih jauh dari dua kompetitornya tersebut.
Sementara itu di satu sisi, dengan melihat fakta tersebut, sebenarnya Suzuki punya peluang pasar yang bisa”mengganggu” duet Calya-Sigra lewat Karimun Wagon R 7-seater yang model konsepnya pernah ditampilkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013. Namun, tampaknya hal tersebut masih belum jelas.
Dengan kata lain, kini sudah menginjak lima tahun berlalu namun LCGC MPV Suzuki ini belum juga lahir secara resmi. Bahkan, hingga pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 berakhir pada Minggu (12/8/2018) urung muncul juga.
Di satu sisi, dalam hal ini 4W Head of Brand Development and Marketing Research PT SIS Harold Donnel pun memberikan penjelasan bahwa hingga saat ini Suzuki masih menunggu babak baru peraturan LCGC.
“Masih wait and see. Jadi kami masih lihat dulu komposisi pasar gimana dengan LCGC atau LCEV,” ujar Harold saat ditemui di acara GIIAS 2018 di ICE, BSD City, Tangerang, Banten.
Tak sampai di situ saja, bahkan Harold sendiri juga telah memberikan sebuah pernyataan bahwa untuk saat ini terkait dengan belum adanya LCGC MPV dari Suzuki merupakan bagian dari strategi Suzuki.
sumber : semisena.com

Selasa, 25 September 2018

Beli Mobil Chevrolet Bunga Cicilan 0%? Di Sini Tempatnya

Chevrolet Indonesia menutup rangkaian 'Bulan Pelanggan' dengan menampilkan produk-produk terbaru lewat program Mall-to-Mall Exhibition, yang berlangsung 25-30 September 2018 di Mall Ciputra Cibubur, Jakarta Timur.
Para pengunjung mall untuk dapat merasakan langsung pengalaman berkendara produk-produk terbaru Chevrolet,seperti premium seven-seater SUV The New Chevrolet Trailblazer dan The New Chevrolet Spark yang diluncurkan saat Gaikindo Indonesia Auto Show 2018.
Tak hanya berkesempatan mengendarai The New Chevrolet Trailblazer dan The New Chevrolet Spark, para pengunjung pun dapat menikmati penawaran menarik dari Chevrolet, yaitu bunga 0% selama dua tahun untuk setiap pembelian produk Chevrolet.
“Setelah memperkenalkan dua kendaraan terbaru saat ajang auto show terbesar di Indonesia, GIIAS 2018, kami ingin hadir lebih dekat dengan para konsumen, salah satunya dengan program mall-to-mall exhibition. Program ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk kesempatan kepada mereka untuk dapat merasakan kenyamanan & kecanggihan fitur-fitur mobil Chevrolet secara langsung melalui cara yang menyenangkan,” ujar Donald Rachmat, General Director Sales & Marketing GM Indonesia.
“Konsumen adalah pusat dari setiap aktivitas yang dilakukan oleh Chevrolet. Dalam menyambut akhir tahun 2018, kami telah menyiapkan berbagai rangkaian program and aktivitas menarik untuk para konsumen dan pelanggan. Dengan demikian, kami berharap antusiasme dan minat konsumen terhadap produk-produk Chevrolet akan semakin tinggi,” tutup Donald.
sumber : carreview.id

Senin, 17 September 2018

Indonesia Sudah Punya Aturan Soal Suara Mobil Listrik


Indonesia sudah menargetkan penjualan mobil listrik berkontribusi 20 persen dari total pasar roda empat pada 2025. Saat ini, Peraturan Presiden (Perpres), sebagai payung hukum utama insentif-insentif bagi mobil hybrid dan mobil listrik, sedang digodok dan Presiden Joko Widodo berjanji menerbitkannya secepat mungkin.
Pemerintah maupun pabrikan-pabrikan otomotif sepakat akan memulai terlebih dahulu dengan meluncurkan mobil hybrid, sembari menunggu infrastruktur bagi mobil listrik dibangun. Meski begitu, pemerintah telah membuat regulasi soal suara mobil listrik lewat Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 33 Tahun 2018 Pasal 23 ayat 3, 4, 5.

Berdasarkan penelusuran Mobil123.com, regulasi itu menyebutkan bahwa kendaraan listrik mesti memenuhi tingkat kebisingan tertentu demi keselamatan pengguna jalan lain. Moda transportasi nihil emisi gas buang ini diwajibkan mempunyai level suara minimal 31 desibel (dB) dan maksimal tidak melebihi kendaraan bermesin pembakaran dalam (internal combustion engine).

Kemudian, pada kecepatan 10 km/jam dan 20 km/jam batas suara minimal masing-masing 50 dB serta 65 dB. Sementara itu, ketika mundur, keluaran suara minimal 47 dB.
Isu suara kendaraan listrik, baik mobil maupun sepeda motor, memang menjadi perbincangan. Pasalnya, produksi suara teramat kecil dari sistem penggeraknya dinilai berbahaya bagi keselamatan para pengguna jalan yang lain.
Berbagai pabrikan pun berusaha menciptakan ‘kebisingan’ yang cukup bagi mobil-mobil listrik mereka di masa depan. Seperti misalnya Nissan yang pada Tokyo Motor Show (TMS) 2017 mempertunjukkan teknologi bernama Canto, bahasa latin untuk ‘aku bernyanyi’, pada sport utility vehicle (SUV) IMx Concept.
Mercedes-Benz bahkan sempat dikabarkan meminta saran dari Linkin Park untuk menciptakan suara artifisial yang pas di mobil-mobil listrik mereka kelak, khususnya pada model-model AMG. Pabrikan asal Jerman ini mengakuinya dan bahkan membeberkan bahwa diskusi dengan Linkin Park sudah dilakukan selama bertahun-tahun. [Xan/Ari]

sumber : mobil123.com

Minggu, 09 September 2018

Inilah Sosok Calon SUV Tercepat Sejagad


 Lister Motor Company bersiap memberi kejutan. Spesialis pembuat sport-car asal Inggris itu akan merilis Lister LFP yang diklaim sebagai calon SUV tercepat di dunia.
Mengutip dari Auto.ndtv.com, dengan tenaga sebesar 670 hp, diperkirakan Lister LFP hanya membutuhkan waktu 3,5 detik untuk mendapat kecepatan 100 km/jam dari kondisi diam. Bahkan, pihak Lister mengklaim kecepatan maksimalnya sanggup mencapai 321 km/jam.

Kini, Lister LFP perlahan telah memperlihatkan wujudnya. Menurut sumber yang sama, calon SUV tercepat di dunia itu akan dirilis dalam waktu dekat.
"Saya senang, kewalahan, dan bersyukur dengan antusiasme dan pemesanan supercar kami, LFT-666 yang dirilis beberapa bulan lalu. Kami berjanji akan mengulang kesuksesan mobil tersebut dan saya tidak sabar untuk mengungkap SUV tercepat di dunia," ujar Lawrence Whittaker, CEO Lister Motor Company.
Karena bersaing dengan Bentley Bentaya, Lamborghini Urus, dan Rolls-Royce Cullinan, sisi ekterior dan interior Lister LFP pun dibuat semewah mungkin. Bodi mobil ini dilabur dengan warna hijau dan memiliki beberapa aksen kuning. Selain itu, tersemat pula full-LED lighting.

Berlanjut ke kabin, dashboard Lister LFP dilabur dengan warna hitam dan beberapa panel berwarna coklat. Terpasang pula head-unit display touchscreen, instrumen panel digital, dan audio-controller pada kemudinya.
Dikabarkan pula bahwa harga Lister LFP akan berada di kisaran INR13 juta atau sekitar Rp2,7 miliaran.
Banderol tersebut masih di bawah penyandang gelar SUV tercepat di dunia saat ini, Bentley Bentayga, yang dijual mulai INR50 jutaan, setara dengan Rp10 miliaran.

sumber : liputan6.com

Kamis, 06 September 2018

Honda Kerahkan Special Edition di GIIAS 2016

SURABAYA— Honda menampilkan sembilan mobil di GIIAS Surabaya 2016. Mobil-mobil terbau Hona meliputi HR-V 1.8L Prestige-Mugen dengan perangkat hiburan premium, beberapa model special edition seperti New Brio RS CVT Special Edition, All New Jazz RS CVT Special Edition, New Mobilio E CVT Prestige Special Edition, dan HR-V 1.5L E CVT Special Edition with JBL Audio.
Melengkapi model baru tersebut, tampil pula produk Honda yang kini tersedia untuk berbagai segmen konsumen, mulai dari HBR-V, CR-V, dan Civic Turbo.
Honda hadir dengan mengusungtema “Advanced New World” yang ditampilkan melalui desain booth, produk-produk mobil Honda, serta program penjualan. Pada GIIAS Surabaya 2016, booth Honda memiliki luas 376 meter persegi. Honda menampilkan desain yang modern, canggih, dan aerodinamis, sejalan dengan tema Honda dan karakter mobil-mobilnya.
Honda menjanjikan teknologi yang lebih maju dan canggih, efisien, aman, dan ramah lingkungan. Bagi Honda, mobil bukan sekadar perangkat transportasi, tetapi harus memberikan kesenangan berkendara. (*)
sumber : gaikindo.or.id

Senin, 03 September 2018

Mobil Mewah Jadi Etalase Indonesia di Mata Dunia

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengusulkan larangan impor mobil sport mewah untuk menjaga nilai tukar rupiah. Tentu hal tersebut dirasa akan mempengaruhi dunia otomotif khususnya kelas supercar.

Menanggapi hal itu Chief Excecutive Officer Mc Laren Jakarta, Irmawan Poedjoadji tetap akan menyesuaikan dan berharap pemerintah bersama pelaku bisnis dapat duduk bersama untuk membicarakannya.

"Kita selaku pelaku bisnis harus pandai menyesuaikan dengan peraturan yang ada, karena kita juga harus survive, kita juga mempekerjakan karyawan, rentetannya banyak," ucap Irmawan.

Di sisi lain, menurut Irmawan bahwa dengan hadirnya mobil mewah dirasa turut mempromosikan kemapanan ekonomi Indonesia.

"Harusnya kita bisa bekerja sama dengan government pemangku regulasi, bagaimana bisnis kita ini justru bisa berkembang lebih baik, karena dengan berkembang dengan baik kita bisa jadi etalase bagi masyarakat internasional, lho di Indonesia ekonominya cukup baik, artinya dengan hal ini investasi juga banyak akan datang," ungkap Irmawan.

Irmawan justru mengkhawatirkan kebijakan seperti ini dapat mengubah keputusan orang yang hendak berinvestasi, pasalnya mereka akan memilih negara yang dinilai memiliki kestabilan peraturan investasi.

"Dengan adanya tingkat perekonomian lebih baik justru membuat orang confident, negara negara lain untuk mengadakan investasi di Indonesia," pungkas Irmawan.

Wacana larangan impor mobil sport itu dibicarakan Wapres Jusuf Kalla di awal Agustus lalu. Kalla mengemukakan penghentian impor mobil-mobil mewah bertujuan menjaga neraca perdagangan Indonesia. Kalla memandang langkah itu dapat menekan tingginya impor dibanding ekspor nasional, sehingga berujung pada surplusnya neraca perdagangan Indonesia.

"Ini akan diklasifikasikan untuk mengurangi impornya, saya malah mengusulkan sudah kita hentikan impor mobil yang di atas 3.000 cc," ucap Kalla.

Mobil mewah yang dimaksud, lanjut JK seperti Ferrari, Lamborghini dan mobil mewah lainnya yang berasal dari impor. "Tidak usah impor Ferrari, tidak usah impor Lamborghini, contohnya macam-macam itu supaya mengurangi faktor-faktor impor tadi," ujar JK. (ddn/ddn)

sumber : oto.detik.com