Rabu, 26 April 2017

Gaya Gabungan Eropa Dan Jepang Pada Modifikasi Toyota Starlet 1995



Bosan dengan tampilan mobil yang itu-itu saja memang menjadi alasan kuat bagi seorang pemilik kendaraan roda empat. Hal ini pula yang menjadi dasar Yudi Permana, seorang pemilik Toyota Starlet lansiran 1995.

“Saya memang ingin tampilan yang berbeda, bosan juga euy lihat Starlet kebanyakan tampilannya ala Starlet GT," ujar Yudi Permana. Langsung saja, mobil kesayangan Yudi diserahkan kepada sebuah bengkel kepercayaannya di Bandung.

Sandy yang dipercayakan menggarap mobil Yudi pun langsung memborong segala pernik Starlet Gi yang beredar di Eropa dan Jepang ini. Dimulai dari bumper depan belakang, grill dan head lamp, stop lamp serta garnis belakang hingga jok berhasil ia dapatkan.

"Namun ada beberapa yang pakai parts GT juga, seperti kap mesinnya," bilang Sandy. Ia pun kemudian memasang satu persatu semua parts yang dibeli setelah dicat sewarna dengan bodi.

"Untuk over fender-nya dibuatkan replikanya Gi, karena enggak dapat yang aslinya," tutur pria berkaca mata ini. Supaya tampilan OEM makin kuat, mala pelek kaleng standar Corolla Twincam GTi ukuran 14 inci dipasang pada mobil ini bersamaan dengan center caps custom.

"Biarpun pelek kaleng, tapi pelek ini sudah susah loh nyarinya," seru Yudi. Sesuai dengan tema yang diusung yakni Starlet Gi, maka bagian mesin tak lupa di-swap menggunakan mesin 4E-FE yang merupakan mesin Starlet Gi.

Mesin dimodifikasi sedikit yakni dengan mengganti filter udara Apex’I, koil MSD Blasters dan oil catch tank D1 Spec. "Enak buat harian," tutur pemukim di kawasan Cibiru, Bandung.

Sedangkan untuk bagian interior, Yudi mengganti jok depan dengan jok bawaan Starlet Gi yang tampil lebih sporty bentuknya. Bahkan agar makin sempurna, door trim dan jok belakang juga di-retrim dengan bahan Starlet Gi agar sama.

Speedometer tak ketinggalan diganti dengan speedometer Starlet Gi. "Kalau Gi versi Eropa, corner lamp-nya bening dan pakai sein fender, Jepang enggak," jelas Sandy. Kenapa pilih Gi Eropa? "Lebih jarang aja dan itu tadi, enggak mainstream," kekeh Yudi.

Jumat, 21 April 2017

Gunakan Ring Ini Sebagai Solusi Oli Mesin Mobil Yang Sering Berkurang


Ketika ganti mobil, para pecinta otomotif tentu sudah sering memakai seal tape untuk dililitkan ke baut karter. Padahal cara ini dianggap cara yang kuno, justru menggunakan seal tape dianggap sebagai penyebab utama oli mesin berkurang. Sebaiknya Anda periksa area oli bawah mesin atau lantai di bawah mobil parkir, jika terdapat rembesan oli maka segera siapkan ring washer oli.

Apa sih sebenarnya ring washer itu?
Terbuat dari metal dengan diameter dalam bervariasi tergantung baut oli. Tahan panas baik rambatan metal atau oli,” terang Almus Hidayat, sales manager sebuah produk otomotif.

Kelebihan lain dari ring washer ini adalah tidak merusak alur baut karena tidak ikut berputar dengan baut. Hal inilah yang menghindarkan sumbatan di lubang karter oli.

Meskipun terlihat mulur, namun permukaan ring ini sebenarnya memiliki alur ketika dilihat menggunakan mikroskop. Alur ini berguna untuk mencengkeram baut dan permukaan karter. Ring washer ini tentu sangat berbeda dengan seal tape berwarna putih yang bisa merusak drat baut.

Selain itu, seal tape juga tidak menjamin kebocoran oli bisa diatasi dan bahan seal tape yang lemas tidak tahan panas. Bila terus dibiarkan maka bisa membuat jumlah oli berkurang secara signifikan dan berpotensi merusak mesin.

Nah, ring washer ini sudah biasa menjadi komponen standar bengkel resmi, sedangkan untuk bengkel umum masih belum menyediakan. Terlebih lagi, ring washer tidak dibuat di dalam negeri. Meski buatan luar negeri, ternyata harga komponen ini tidak mahal yakni hanya sekitar Rp. 5000 – 10.000.


Rabu, 12 April 2017

Toyota Astra Motor Merasa Senang dan Bersyukur atas Pencapaian Toyota di IIMS 2016




Ajang Indonesia International Motor Show 2016 telah sukses terselenggara, PT Toyota Astra Motor (TAM) pun memiliki beberapa hal  berkesan yang ingin diutarakan seputar IIMS yang berakhir minggu kemarin. Toyota Astra Motor merasa  puas dengan pencapaian yang telah diraih terutama untuk produk baru andalan mereka, Toyota Sienta, selama perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pada penutupan IIMS, Toyota menjuarai empat penghargaan dari beberapa kategori berbeda, yakni Anjungan Terbaik Luasan Lebih Dari 1.400 meter persegi, Best Buy Car lewat Sienta, Miss IIMS 2016 lewat Estherlita dan Miss Congeniality lewat Jessica Claudia. "Toyota berterima kasih kepada semua pihak khususnya pengunjung pameran yang telah mengunjungi Toyota Booth IIMS 2016 serta pihak penyelenggara," kata Public Relation Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Rouli Sijabat. "Pelaksanaan selama 11 hari berjalan lancar dan memberikan hasil yang positif, khususnya bagi Toyota Sienta yang mendapat gelar Best Buy Car IIMS 2016," ujar Rouli.

Sienta yang menyabet gelar best buy car ini mencatat rekor SPK urutan kedua dengan jumlah SPK sebesar 611 sampai catatan Jumat (16/4) malam, Sienta berada dibawah kendaraan sejuta umat Toyota, yaitu Avanza yang mencapai jumlah SPK di urutan pertama sebesar 1.241 sampai Jumat malam. 

Dalam gelaran IIMS tersebut, TAM tak hanya memamerkan produk terbaru All New Sienta, TAM  juga menghadirkan 15 unit display produk Toyota lainnya baik berupa current product, dan dress-up. Produk-produk yang dihadirkan Toyota  di IIMS 2016  kemarin antara lain adalah Toyota Avanza, Kijang Innova, Fortuner, Rush TRD Ultimo, Alphard Hybrid, Toyota 86, dan HiAce. Dibawa juga lima unit dress-up dari produk Yaris, Hilux, AGYA,serta  Veloz.

Rabu, 05 April 2017

Cerita Eksplorasi Pemilik Yaris Ke Surga Tersembunyi Di Pacitan, Jawa Timur




Tepatnya pada 5 Mei yang lalu, Toyota Yaris Club Indonesia (TYCI) baru saja memulai eksplorasi mereka di “Surga Tersembunyi” di daerah Pacitan, Jawa Timur. Kegiatan yang dilaksanakan pada 5 hingga 8 Mei ini ditemani oleh para anggota komunitas Toyota Yaris dan juga sahabat TYCI.

Dengan mengusung konsep touring-petualang, rombongan berangkat terlebih dahulu menuju Yogyakarta dan di hari berikutnya akan menuju ke Pacitan. Rute kepulangan pun akan dilaksanakan dengan singgah terlebih dahulu di Semarang lalu menuju ke Jakarta.

TYCI menjelaskan dalam keterangan resminya, Rabu (20/4/2016), rombongan akan mengunjungi daerah-daerah seperti Pantai Banyu Tibo yang merupakan salah satu lokasi wisata unik dengan pemandangan air terjun yang mengarah langsung ke pantai.

Tak hanya itu saja, rombongan juga singgah di Goa Gong. Dalam kegiatan ini, para rombongan yang ikut serta diantaranya adalah Yaris Owner Indonesia (YOI), Malang Yaris Community (MYC), Yaris Club Surabaya (YCS), Semarang Yaris Owner Group (SYOG), Jogja Yaris Community (JYC), Yaris Solo Community (YSOC).

Tak hanya bersenang-senang dan relaksasi saja, dalam kegiatan ini TYCI juga membawa misi penting yakni dengan memberikan santunan untuk anak-anak yang kurang mampu di Solo. Para pemilik Yaris yang tergabung dalam TYCI ini memang gemar sekali menjelajahi berbagai daerah di luar kota, Pacitan merupakan salah satu contohnya.

Hebatnya lagi, tahun depan TYCI berencana untuk mengunjungi tiga negara tetangga yang bisa dilintasi melalui darat yakni Malaysia dan Brunei. “Persiapan sudah dilakukan sejak beberapa bulan ini, dari survei, persiapan izin dan koordinasi dengan komunitas Vitz di Brunei Darusaalam,” kata Yudi Setiabudi Ketua Umum TYCI.