Jumat, 25 September 2020

Renault Ubah Pabrik Mobil Jadi Pusat Penelitian dan Daur Ulang



Renault secara resmi memberikan informasi terkait pengalihan fungsi pabriknya di Flins, Prancis. Beralih fungsi menjadi pusat penelitian dan daur ulang, aktivitas baru ini diharapkan mampu mengurangi CO2 negatif di 2030.

Seperti dilansir Carscoops, Jumat (27/11/2020), pabrik tersebut saat ini menjadi basis produksi mobil listrik Zoe hingga 2024 mendatang. Setelah itu, transformasi fasilitas akan dilakukan

Memiliki sebutan RE-FACTORY, dedikasi yang diberikan menjadi yang pertama di Eropa. Rencananya, Renault yang merupakan pabrikan mobil asal Prancis itu akan mempekerjakan lebih dari 3.000 orang di 2030.

Fasilitas akan mulai mengalami perubahan secara bertahap mulai 2021 hingga 2024.

"RE-FACTORY akan memungkinkan Grup untuk menjawab tantangan yang dihadapi para pemain industri mobilitas dan otomotif saat ini. Pabrik ini, memiliki tujuan menyeimbangkan CO2 negatif pada tahun 2030," kata CEO Renault, Luca de Meo.

Pabrik ini rencananya akan melibatkan beberapa mitra berbeda. Tak hanya itu, terdapat empat pusat aktivitas yang akan diterapkan.

Aktivitas pertama ialah RE-TROFIT. Dalam hal ini pabrik bertanggung jawab merekondisi kendaraan bekas dan konversi tenaga ICE menjadi energi berbasis karbon yang lebih sedikit.

Selanjutnya, RE -ENERGI atau mengembangkan potensi yang timbul dari baterai listrik. Untuk RE-CYCLE, pabrik akan mengintegrasikan bahan daur ulang untuk digunakan kembali.

Terakhir terdapat RE-START atau pembangan pengetahuan industri untuk mempercepat penelitian dan inovasi secara melingkar, termasuk ekonomi.

"Pabrik ini sepenuhnya sejalan dengan strategi global Grup karena menggabungkan ekonomi melingkar, pengurangan emisi, pengembangan keterampilan, dan penciptaan aktivitas yang menghasilkan nilai baru,” ujar Luca de Meo.

Jumat, 18 September 2020

Kontribusi Positif Suzuki XL7 di Pasar Medium SUV

Suzuki XL7 memberikan berkontribusi positif pada penjualan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Terhitung, sejak peluncurannya pada Februari hingga Oktober 2020, Suzuki XL7 menyumbang 12 persen atau 7.405 unit di pasar wholesale sales.

Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total seluruh pasar medium SUV sendiri, mencapai 62.024 unit.

Sedangkan untuk Suzuki sendiri, Suzuki XL7 mampu berkontribusi sebanyak 15 persen di pasar wholesale sales dan 11 persen di retail sales untuk tahun ini.

Dijelaskan Donny Saputra, 4W Marketing Director PT SIS, kehadiran Suzuki XL7 menjadi salah satu stimulus pasar otomotif yang menghadirkan semakin banyak pilihan bagi konsumen.

"Selain menyegarkan di segmennya, Suzuki XL7 terbukti berhasil menjadi stimulus karena mampu berkontribusi 12 persen terhadap penjualan segmen Medium SUV,”

Sementara itu, untuk penjualan Suzuki secara total sendiri, saat ini sudah mulai stabil. Meskipun, tahun ini dihadapkan dengan kondisi yang sangat tidak baik, karena hantaman pandemi Corona Covid-19.

Suzuki mencatatkan kontribusi terhadap pasar nasional sebesar 12,4 persen atau 5.715 unit secara ritel dan 10,5 persen atau 5.143 unit untuk wholesale.

Masih menurut Donny, meski pasar otomotif sedang lesu, namun capaian penjualan Suzuki perlahan-lahan semakin stabil. Pada September dan Oktober, kami berhasil mencatat angka penjualan mendekati 6.000 unit.

"Tentunya hal ini juga berkat kepercayaan masyarakat yang memilih produk Suzuki sebagai kendaraan andalan. Kami berharap industri otomotif Indonesia semakin pulih dan stabil kembali menjelang akhir tahun," terang Donny.

Seiring dengan peningkatan angka penjualan retail mobil sebesar 6,4 persen berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), angka penjualan Suzuki pun perlahan kembali stabil.

Selain itu, mulai stabilnya angka penjualan Suzuki ini didominasi oleh new Carry pikap sebanyak 3.363 unit atau sekitar 64 persen dari penjualan retail Suzuki pada Oktober 2020.

Kemudian, disusul XL7 sebagai SUV unggulan Suzuki yang berkontribusi sebesar 11 persen dan all