Rabu, 22 Juli 2020

Jeep Berambisi Jadi Brand SUV Paling Ramah Lingkungan di Dunia



Jeep ingin memantapkan dirinya sebagai merek SUV paling ramah lingkungan di dunia. Hal tersebut, sebagai langkah yang akan meningkatkan sinergi perusahaan asal Amerika Serikat ini dengan PSA Group.

Saat berbicara dengan media baru-baru ini, Bos Jeep, Christian Meunier mengindikasikan bahwa pihaknya memperkenalkan mesin ramah lingkungan yang kejam. Namun, sementara banyak pabrikan yang menempuh jalur elektrifikasi hanya semata-mata untuk memenuhi peraturan emisi, tapi tidak bagi Jeep.

Pabrikan ini, tetap akan berkonsentrasi kepada performa mobil, dengan peningkatan torsi dan tenaga yang besar untuk membantu kemampuan sebuah SUV offroad.

Memang faktanya, Wrangler 4xe baru-baru ini melintasi pegunungan Sierra Nevada, California hanya dengan model listrik.

"Paling penting, adalah membuat produk kami menjadi Jeep yang paling berkemampuan dan paling menarik yang pernah ada," ujar Meunier, dilansir Carscoops.

"Torsi tambahan, mengemudi dalam keheningan, dengan akselerasi dan torsi ekstra luar biasa, itu sangat cocok. Jeep dan elektrifikasi dimaksudkan untuk bersama. Ambisi kami adalah menjadi merek SUV paling ramah lingkungan di dunia," tambahnya.

Jeep akan menjual visi masa depan 'hijau' dengan kampanye iklan baru, serupa dengan yang ada di Eropa yang menggembar-remborkan manfaat elektrifikasi di Renegade dan Compass.

Ketika diminta oleh Autonews, untuk memberikan spesifik tentang bagaimana Jeep akan mendapatkan keuntungan dari merger antara FCA dan PSA, Meunier tidak memberikan informasi secara deta. Tapi, ia hanya mengatakan akan ada banyak potensi.

"Jelas sekali bahwa Jeep akan mendapatkan keuntungan yang banyak dari merger tersebut. Jelas ada banyak potensi, antara platform, dirivetrain, pengurangan biaya, dan hal-hal seperti itu. Ada banyak peluang potensial dari sinergi dan jejak produksi," pungkasnya.

Selasa, 21 Juli 2020

Daftar Harga Mobil Kota Terbaru di Indonesia, Tak Sampai Rp200 Juta


City car atau mobil kota memiliki karakter mungil, gampang dikendalikan, dan yang terpenting irit bahan bakar. Karakter tersebut membuat mobil mudah untuk bermanuver di jalan kecil, gampang mencari tempat parkir, dan cukup untuk membawa barang kebutuhan sehari-hari.

Jika Anda sedang mencari mobil kota, harga yang ditawarkan cukup bervariasi. Jika memiliki dana setidaknya Rp200 juta, Anda masih memiliki banyak kembalian. Karena mobil di kelas ini harganya mulai dari Rp100 jutaan. Jika Anda sedang berburu mobil kota, berikut daftar harga dan spesifikasi mobil kota yang ditawarkan di Indonesia.

Daihatsu Ayla

Daihatsu Ayla dibanderol Rp102,15 - 159,9 juta. Mobil kota ini bisa dibilang yang paling terjangkau. Namun, untuk harga yang termurah mesinnya masih berkapasitas 1,0 liter. Untuk varian tertinggi, sudah mengadopsi mesin 1,2 liter.

Yang perlu diperhatikan, mesin Daihatsu Ayla 1.000 cc 3-silinder tanpa VVT-i menghasilkan tenaga 64 Tk. Sedangkan mesin 1.200 cc 4-silinder dual VVT-i menghasilkan tenaga 86,8 Tk/108 Nm di atas kertas. Tersedia opsi transmisi manual dan beberapa bisa memilih otomatis.

Suzuki Karimun Wagon R

Masih dari kelas LCGC. Andalan pabrikan berlogo S ini ditawarkan Rp 120,5 - 151 juta. Tersedia tiga varian yang bisa dipilih: GA, GL dan GS. Dengan pilihan transmisi pada GL dan GS. Pembedanya tak cuma dari kelengkapan. Tampilan Suzuki Karimun Wagon R GS sebagai yang termahal juga punya paras berbeda.

Meski terlihat kecil, tatanan kabin cukup lega untuk dihuni 5 orang. Karena bentuknya yang juga mengotak dan tinggi, headroom tersedia lebih dari cukup. Soal dapur pacu memakai mesin 3-silinder 1.000 cc. Angka output 68 PS dengan torsi 90 Nm, dikirim oleh transmisi 5-percepatan manual atau yang perpindahannya diotomatiskan (Auto Gear Shift). Output yang cukup untuk mengarungi perkotaan.

Toyota Agya

Kembaran dari Daihatsu Ayla ini punya posisi sedikit lebih tinggi. Dari harga sudah bisa terlihat. Ditawarkan di rentang Rp 143,8 - 169,29 juta. Ada enam seleksi yang bisa dipinang. Terdiri dari 1.0L G, 1.2L G dan 1.2L TRD. Masing-masing tersedia opsi manual dan otomatis. Kelengkapannya dijamin setingkat lebih mewah ketimbang Ayla. Contoh pada versi termurah, sudah memakai pelek alloy dan diberi sedikit dekorasi pada tubuh. Varian berlabel TRD jelas paling komplet dan mewah.

Sementara jantung mekanisnya, meski sama dengan Ayla, ada sedikit perbedaan output untuk 1,0 liter. Pada Agya ditemani teknologi katup variabel VVT-i dan menghasilkan tenaga 67 PS. Untuk dapur pacu 4-silinder 1,2 liter sama-sama menyediakan daya 88 PS dan torsi 108 Nm.

Renault Kwid

Pilihan city car antimainstream dengan desain yang juga unik. Kwid bisa diboyong dengan menebus harga Rp 149,9 juta dengan bekal transmisi manual. Sementara harga Kwid Climber Rp 158,9 juta dengan transmisi AMT dengan pengoperasian kenop putar yang juga unik. Di balik kap bernaung mesin 3-silinder 1,0 liter dengan tenaga 68 PS.

Salah satu poin menarik dari Kwid, ia sudah dibekali head unit layar sentuh 7 inci yang bisa terhubung dengan smartphone melalui Android Auto dan Apple CarPlay.

Honda Brio

Kalau bujet tak sampai Rp 200 juta, Honda Brio bisa jadi opsi menarik. Namun varian tertinggi RS CVT sudah melewati batas itu. Harga terbaru Brio RS CVT Rp 202,2 juta. Sementara sisanya, Satya S dan E serta RS Manual ditawarkan Rp 148,4 - 186,9 juta.

Kasta terbawah Satya S cuma ada transmisi manual 5-speed, pelek kaleng dengan penutup dop dan tanpa dibekali lampu kabut. Sementara kelengkapan Satya E sudah sangat layak untuk dinikmati, meski masih menggunakan head unit audio 2 DIN.

Brio boleh dibanggakan karena punya tenaga lebih besar dari lawan-lawannya. Mesin 4-silinder 1,2 liter dengan daya 90 PS bisa dijumpai pada semua varian. Tak memandang perbedaan kasta. Selain manual 5-speed, transmisi otomatis CVT andalan Honda juga bisa dipilih pada varian Satya E dan RS.

Suzuki Ignis

Tawaran berbeda datang dari Suzuki Ignis. Meski berlabel city car, Ignis punya DNA yang mengarah pada wujud SUV. Jadi tak membosankan dengan bentuk hatchback kecil. Sayangnya, banderol Ignis agak lebih tinggi dibanding tawaran Ayla, Agya dan Brio Satya. Tentu karena ketiga kompetitornya itu punya status LCGC. Sedang Ignis cocok dibandingkan langsung dengan Brio RS dari segi harga.

Ignis bisa dimiliki dengan mahar Rp 174 - 203 juta. Terdiri dari dua varian GL dan GX, masing-masing bisa ditebus dengan seleksi manual atau AGS. Melihat bujet, varian GX sepertinya terlalu ketat. Sementara kelengkapan yang ditawarkan GL sudah cukup. Meski tak semenarik tawaran GX. Seperti hadirnya head unit layar sentuh, sensor parkir, AC digital, keyless entry dan Start/Stop engine button. Fitur-fitur itu yang menjadikan GX lebih spesial.

Performa mesin tak dibedakan. Mengandalkan 4-silinder 1,2 liter bertenaga 83 PS dan torsi puncak 113 Nm.

Hyundai Grand i10

City car andalan Hyundai ini menggendong mesin berkapasitas 1,25 liter didukung DOHC dual CVVT. Meski berkapasitas lebih besar dari Brio, figur keluaran daya hanya 87 PS. Transmisi manual 5-percepatan bertugas sebagai penerjemah putaran mesin. Banderolnya terbilang agak mahal dibanding kontestan lain. Untuk tipe transmisi manual saja harus ditebus Rp 184 juta.

Itu pun dengan kelengkapan seperti tipe menengah. Permainan lampu depan dilengkapi DRL mendatar di samping lampu kabut. Pintu terlindungi moulding hitam, sekaligus mendekorasi garis pinggul. Ia juga mengenakan sepatu layak pakai, diamond cut polished dengan dalaman dark grey. Fitur kabin cenderung moderat. Head unit berupa 2 DIN didukung CD MP3 dan USB. Sayang, kantong udara cuma satu atau bagian pengemudi saja. 

Selasa, 14 Juli 2020

Mobil Mewah BMW X1 Dijadikan Pengangkut Sampah, Begini Kronologisnya


Seorang pemilik mobil mewah BMW X1 dari Ranchi, Jharkhand menunjukkan kemarahannya kepada pabrikan asal Jerman tersebut dengan menjadikan kendaraannya sebagai mobil pengangkut sampah.

Melansir Cartoq, sang pemilik merasa tidak puas dengan cara service center menangani masalah mobil mewah miliknya.

Menurut pemilik mobil, ia membeli X1 sDrive20d baru dari showroom resmi. Namun, ban kendaraan mengalami kebocoran besar dan rusak.

Setelah pemilik membawa kendaraannya ke showroom, disarankan untuk menggunakan ban serep dan tidak memperbaiki atau mengganti bannya. Setelah menggunakan ban serep di dalam kendaraan dan mengendarainya, poros kendaraan menjadi tidak sejajar.

Untuk memperbaikinya, pemilik harus mengambil asuransi. Ada beberapa gangguan kecil lainnya yang tidak disebutkan oleh pemilik. Namun, dia mengatakan bahwa dia sangat tidak puas dengan layanan dealer mobil mewah tersebut.

Pemilik mengatakan bahwa dia akan berkolaborasi dengan pemilik BMW lainnya, dan akan mengajukan tuntutan kepada dealer tersebut.

Dalam video yang diunggah sang pemilik, terlihat BMW miliknya ini mengambil sampah dari jalan sekitarnya dan memasukannya di bagasi.

Setelah mengunggah video tersebut, ada sekitar 20 pelanggan BMW lainnya yang menyuarakan keprihatinannya itu dan ada juga yang menghadapi masalah serupa.